Pemulung Itu Pahlawan Bumi

in #contestearthday3 years ago

Kita sering melihat sinis ke pemulung, karena berada di kawasan kumuh, baju kotor, korek tong sampah, dan hari – hari berurusan dengan limbah domestik. Mereka berkuman, mereka jorok, mereka seakan tidak pernah hidup dalam bersih, dan mereka terjauh dari kehidupan sosial dan moderen.

Benarkah demikian? Benar! Kalau kita mencoba menilai mereka secara fisik. Tentu jawabannya akan salah jika kita mencoba melihat sisi lain dalam kacamata positif, secara perasaan dan hati. Sebenarnya pemelung itu pejuang lingkungan dalam menjaga bumi, pantas kita nobatkan sebagai pahlawan yang harus kita kenang. Kenapa?

Dia tidak menggunakan senjata mesin, dia tidak memiliki pangkat bintang bahu, dia tidak memiliki titel akademik, dia tidak memiliki bambu runcing untuk membunuh penjajah belanda dan jepang, tapi dia punya hati untuk membersihkan lingkungan. Terlepas atas kepentingan ekonomi, tetapi tidak semua orang rela dan iklas mengais ekonomi dalam tong sampah, kolom limbah, dan rela diserang jutaan kuman dari limbah domestik yang kita hasilkan.

Lalu dimana mereka berada? Mereka berada di mana – mana, di belakang toko, di pasar – pasar, di tempat pembuangan akhir, dan lokasi tumpukan sampah. Apakah mereka sendiri? Tidak! Mereka bermain secara komunal, bersama anak dan istri, serta membangun kekuatan diri ibarat sebuah keluarga besar tempat mereka saling berbagi.

Plastik, botol mineral, kertas kardus, kaleng, botol kaca, serta ribuan jenis limbah rumah tangga yang kita hasilkan menjadi target dalam peperangan mereka. Mereka bersihkan, kelola, daur ulang, serta dijadikan tempat berteduh saat hujan dan terik mentari dikala mereka berada di tengah tumpukan sampah. Tumpukan sampah yang kita nilai bau dan berkuman itu, mereka jadikan sebagai rumah, taman bermain, medan tempur, kantor, serta dijadikan hotel sebagai tempat berkumpul untuk berdiskusi bagaikan forum – forum yang dibuat oleh para pejabat yang menghasilkan ratusan kebijakan “sampah”.
e5670bba-4f06-4def-b266-9bc1793d4459.jpg
source
Kereta sorong, gerobak dorong, sepeda ontel, dan sepatu boat sebagai sarana transportasi dalam perjuangan mereka. Kait besi dan ranjang sampah di bahu menjadi seragam dinas mereka.

Mereka memiliki tanggungjawab besar dalam membantu beban pemerintah. Beban untuk menciptakan lapangan kerja, beban untuk memenuhi kebutuhan hidup warga, dan sejumlah tanggungjawab pemerintah dalam memenuhi hak sosial masyarakat seperti hak pendidikan dan kesehatan. Pemulung memiliki keluarga yang nyata, punya anak dan istri yang memiliki kebutuhan layaknya keluarga lain. Kebutuhan untuk mendapatkan pendidikan yang layak, pelayanan kesehatan yang baik, liburan, membeli mainan seperti anak lain, juga mendapatkan jajanan yang sehat. Terpenuhikah kebutuhan itu? Ia, sang pemulung memenuhi kebutuhan itu untuk membahagiakan keluarganya.

Disaat mereka istirahat dan bersandar pada kontainer sampah dikala mentari terik, tatapanya kosong memandang tumpukan sampah. Matanya kosong memandang masa depan yang belum tentu ada. Tapi harapan terbesar ada pada keluarga, keluarga yang memberikan dukungan, dan keluarga yang terus memberikan harapan kalau masa depan itu tetap ada.

Siapa yang pikirkan mereka? Pemerintah! Belum tentu, kebijakan yang dikeluarkan belum berpihak pada pemulung. Pasukan kebersihan yang bernaung dibawah dinas kebersihan ikut bersaing dalam merebut rezeki sang pemulung. Pasukan kebersihan terlebih dahulu mensortir sampah – sampah berharga itu. Hasilnya, sampah yang dibawa dengan truck ke TPA telah tinggal sisa – sisa jenis sampah yang dapat dimanfaatkan oleh pemulung. Dimana, petugas kebersihan juga mendapatkan gaji/honor dari pemerintah atas tugas yang dikerjakan. Disinilah titik ketidak-adilan antara petugas kebersihan dengan pemulung.
Gas-Metana010.jpg
source
Selain harus melawan jutaan kuman, pemulung juga harus melawan ketidak-adilan yang terjadi ditengah kebijakan pemerintah yang belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat kecil (pemulung).

Kontek Kota Banda Aceh, sekitar 180 ton perhari sampah yang dihasilkan. Sebagian besarnya di bawa ke TPA Kampung Jawa, dan sisanya di bawa ke TPA Blang Bintang Aceh Besar. TPA Kampung Jawa pada kondisi over kapasitas, dan jika tidak dikelola dengan baik maka akan menjadi ancaman terjadinya bencana ekologi di Banda Aceh.

Pola hidup mengurangi penggunaan plastik belum terjadi sepenuhnya pada masyarakat. Meskipun berbagai upaya penyadaran dilakukan oleh pemerintah atau komunitas dan organisasi peduli lingkungan. Buktinya, jual beli barang belanjaan di pasar – pasar masih mengandalkan penggunaan kantong plastik.

Seharunya, kita pembeli membawa tas khusus saat berbelanja sehingga dapat mengurangi penggunaan kantong plastik. Karena limbah plastik bagian dari limbah yang tidak mampu larut dengan tanah. Selain itu, butuh kesadaran masyarakat dalam pola daur ulang sampah untuk menjadi sesuatu barang yang berharga. Selain dapat mengurangi dampak terhadap lingkungan dan bumi, dengan kerajinan seperti itu juga dapat menjadi sumber ekonomi tambahan. Janganlah beban menjaga lingkungan melalui pembersihan sampah menjadi tanggungjawab mutlak bagi pemulung atau petugas kebersihan. Tetapi menjadi tanggungjawab bersama selaku manusia penghasil sampah. Bermulah dari keluarga, membangun kesadaran anggota keluarga menjaga dan mengelola sampah dengan baik. Mulai dari melakukan pemilahan sampah, mendaur ulang, serta menjadikan sampah menjadi barang yang berharga, seperti dibuat komposting atau kerajinan tangan.
Produksi-Sampah-Lebaran-010814-Irp-1.jpg
source
Gagasan Steemian
Berdasarkan permasalahan di atas, dalam kontes ini mengajukan satu gagasan sebagai upaya menghargai kerja – kerja pemulung dalam menjaga lingkungan demi keselatan Bumi di masa depan. Sentuhan kecil akan kita berikan dengan memilih satu orang pemulung yang kemudian diberikan satu set seragam ibadah atas jasa yang mereka kerjakan selama ini. Hal ini penting dilakukan, sehingga pemulung itu merasa masih ada orang diluar sana yang memperhatikan mereka. Akan ada air mata haru dalam proses pemberian hadiah ini yang disaksikan oleh pemulung – pemulung lain. Karena sesungguhnya mereka adalah pahlawan yang sudah sepantasnya kita perhatian, meskipun dalam bentuk sentuhan kecil. Terlebih bulan depan kita umat muslim menyambut bulan ramadhan dan datangnya hari lebaran. Yakinlah, seragam ibadah yang kita berikan akan mereka pakai saat menunaikan ibadah puasa dan lebaran nanti.

Tentu ada kriteria pemulung yang akan mendapatkan hadiah tersebut. Seperti usia pemulung sudah tua, memiliki tanggungan yang besar, dan sudah lama berprofesi menjadi pemulung di Banda Aceh. Memang terlihat sederhana, namun dengan langkah kecil ini dapat menjadi perangsang bagi dia untuk terus berbuat baik dalam menjaga lingkungan hidup.

Seragam ibadah yang akan diberikan terdiri dari celana, baju koko, dan pecil jika pemulung itu laki – laki. Jika dia perempuan, maka akan diberikan satu stel mukenah. Pemulung yang akan mendapatkan hadiah ditargetkan pemulung yang ada di TPA Kampung Jawa Banda Aceh. proses pemberian hadiah ini akan didokumentasikan sebagai bahan promosi untuk konten tambahan di Steemit.

Kampanye ini bertujuan juga untuk menggerakan hati orang lain ikut memikirkan nasib pemulung yang selama ini dilihat sinis karena pola hidup yang dianggap tidak sehat. Semoga tulisan ini terpilih menjadi pemenang dalam kontes hari bumi yang diselenggarakan oleh @nasir83 beserta puluhan sponsor, sehingga dapat tercapai hajat mulia ini.

Sort:  

postingan yang bermaanfaat,😁 betul sekali,kalau gakada pemulung bumi bakalan kotor dengan banyaknya sampahsampah 😁

Congratulations! This post has been upvoted from the communal account, @minnowsupport, by Rahmah from the Minnow Support Project. It's a witness project run by aggroed, ausbitbank, teamsteem, theprophet0, someguy123, neoxian, followbtcnews, and netuoso. The goal is to help Steemit grow by supporting Minnows. Please find us at the Peace, Abundance, and Liberty Network (PALnet) Discord Channel. It's a completely public and open space to all members of the Steemit community who voluntarily choose to be there.

If you would like to delegate to the Minnow Support Project you can do so by clicking on the following links: 50SP, 100SP, 250SP, 500SP, 1000SP, 5000SP.
Be sure to leave at least 50SP undelegated on your account.