Aku Memilih Pergi Jika Menjadi Bayang - Bayang #Part 3

in #fiction6 years ago

Apa yang kamu rasakan jika seseorang yang kamu kagumi ternyata sudah memiliki pasangan...?

Mungkin kau tidak akan menunjukkkan apapun, tetapi dari dalam benak mu. Kau seakan baru saja mengetaui ada bencana besar yang baru saja terjadi di dalam dirimu. Cinta memang tidak bisa di tebak, tidak bisa pula di terka. Seseorang yang hidup tanpa menunjukkan kemesraan bukan berarti dia tidak memiliki pasangan. Contoh nya seperti saat ini. Ya.... Rinai adalah pasangan sesorang yang sangat mapan. Pasangan nya bekerja di sebuah perusahaan swasta yang sangat terkenal di pusat provinsi. Tetapi Mereka adalah pasangan yang jarang sekali bertemu yang ku tau.

Sejak hal itu ku ketahui. Aku mulai ingin menjauh dari nya, Aku tidak ingin menjadi bayang-bayang di atas hubungan orang. Jika memang pada akhirnya mereka akan bubar. terserah, Tetapi bukan karena keberadaan ku. Aku tidak ingin menjadi orang ketiga.

 


 

Aku menjalani aktifitas kuliah seperti biasanya. Hari ini aku akan menghadiri undangan dari KSR PMI Kampus, Mereka sedang melaksanakan kegiatan Donor Darah selama seminggu. Hari ini pembukaan nya. Tentu saja aku adalah delegasi UKM Mapala. Setiba di gedung Auditorium yang sangat besar yang berdiri gagah di tengah kampus, beberapa rekan PMI menyambut ku dan mempersilahkan masuk, Seperti biasa itu adalah tugas mereka sebagai penerima tamu. Suara microphon terdengar riuh dari genggaman jari MC. Para Rektor dan undangan duduk rapi di deretan utama. Ruangan dengan ratusan orang saat ini serta riuh tepuk tangan sedikit melupakan pikiran ku tentang dia.

Setelah pembukaan acara selesai, aku keluar gedung dengan beberapa orang teman. Kami menuju kedai kopi biasa. Setelah tiba, kami berlima pun duduk di atas satu meja panjang di tengah kedai. Tanpa perlu di tanya, Barista sudah mengetahui minuman apa yang ku pesan, pelayan hanya menanyakan minuman kepada kawan-kawan.

Setelah dua jam berlalu, kami asyik dalam canda. Teman-teman ku adalah orang yang sangat jengkel dan lucu. Kami pun perlahan pamit untuk keperluan lain masing - masing. Ada yang memutuskan pulang, kembali ke kampus, menjumpai dosen pembimbing. Sementara aku menuju Bascame Mapala yang berada di ujung kampus. Basecamp mapala sudah menjadi tempat kepulangan dan rekreasi bagi ku, tentu karena udara yang enak di sini, beberapa pohon mahoni besar berderetan dari depan dan samping kantor. Aku sering menghabiskan waktu di tempat ini, terutama jika jam kuliah kosong. Biasanya kami sering diskusi ringan tentang kegiatan seputar lingkungan yang akan kami laksanakan.


Jam dinding Basecame yang berwarna putih di tengah ruangan menunjukkan pukul 15.30 Wib. Beberapa senior sedang mengajarkan materi tali-temali kepada junior yang baru. Beberapa anggota perempuan lainnya sedang menyalin tugas kuliah. Dua orang laki yang suka mengaku penyanyi sedang memainkan gitar sambil menghisap rokok dari atas rumah pohon. Aku duduk di atas rumput bersama seorang teman, secangkir kopi dalam gelas karet tergeletak di depan. Sebungkus rokok sampoerna mild tergeletak di sampingnya.

“Kliiiingggggg” Pesan WhatsApp masuk.

Ku ambil ponsel perlahan dari dalam saku. Setelah ku buka ternyata pesan tersebut dari seorang gadis yang ku kagumi. Nama Rinai muncul. Dari dalam hati aku memang senang menerima satu pesan darinya. Tapi dari sisi lain aku merasa risih karena di adalah pacar seseorang. Aku sengaja pesan itu memang tidak ku balas.

Kita mungkin adalah pertemuan yang tidak untuk di satukan, kita adalah pertemuan yang mungkin akan berakhir pertemanan, bukan percintaan. Jika kau mulai tertarik dengan pribadi ku, itu hak mu. Tetapi jangan menarik aku untuk satu alasan pertikaian dengan pasangan mu.

Aku memang pria biasa yang hidup serba sederhana. Aku berjuang setiap hari untuk kemerdekaan pribadi. Menjadi pribadi merdeka adalah tujuanku. Tanpa di ikat, di atur, atau di gerakkan oleh orang lain. Jika di kaitkan dengan percintaan. Aku adalah adalah orang yang santai dalam menjalani hubungan. Pacar ku bebas ingin pergi kemana, dan melaksanakan apa.

Karena bagi ku mengekang tidak akan membuat hubungan mu tambah baik. Yang ada adalah pasangan mu akan merasa dirinya kamu kontrol. Selanjutnya ia akan merasa tidak nyaman dengan mu. Konflik kecil-kecilan muncul. Dan berakhir pada satu kata bubar. Aku bukan pribadi seperti itu.


Hampir setiap malam setelah itu, pesan masuk dari nya hanya ku abaikan saja. Mulai dari ucapan selamat malam hingga pesan yang memancing untuk ku kabalas. Tapi tetap saja. Aku adalah pribadi keras yang punya pendirian. Aku sadar betul akan batasan-batasan yang ada. Hingga tiba pada sabtu malam saat Rinai mengirim ku satu pesan panjang.

*****


“ Malam ini hujan rintik-rintik menemaniku, Angin kalang kabut menghempaskan dedaunan.


Cahaya bulan meredup digantikan turun nya Air Tuhan.

Mungkin aku telah menantikanmu sebagai cahaya baru yang akan menemani malam – malam ku selanjutnya.

Tetapi entah, aku tidak tau apa aku pernah berbuat salah.

Hingga setiap pesan dari ku tidak pernah berbalas sudah.

Aku hanya ingin mendengar seutas penjelasan singkat dari mu”

 
Rinai.
*****


Posted from my blog with SteemPress : https://samsolrizal.000webhostapp.com/2018/08/aku-memilih-pergi-jika-menjadi-bayang-bayang-part-3