Berhadapan dengan lembaga pendidikan yang bebal

in #pob4 months ago (edited)

Sebagai orang tua tentu saya merasa kesal ketika berhadapan dengan lembaga pendidikan yang bebal. Mereka membuat acara kegiatan besar tanpa melibatkan orang tua. Yang membaut jengkel lagi, ketika memberi pengumuman pertama , kemudian diralat pengumuman kedua yang bertolak belakang dari pengumuman pertama.

Anak saya akan mengadakan kegiatan wisata ke Yogyakarta. Pengumuman pertama akan dilakukan bulan Februari 2022. Tak tahunya pengumuman itu diralat , bahwa tour akan dilaksanakan pada bulan Desember. Biaya yang diperlukan 1.300.000,-. Kemudian mengancam yang tidak ikut harus membayar 1/2 nya. Ini kan gila.

Bagi mereka yang mampu mungkin gak ada masalah dengan uang 1 juta. Tetapi bagi kami, tentu berat dengan tenggat waktu yang cukup dekat. Ketika rencana awal, saya sudah persiapkan anak saya untu ikut tetapi ketika berubah bulan Desember , saya juga berubah pikiran. Protest dari orang tua murid seperti tidak di hiraukan akhirnya satu kelas di kelas anak saya menyatakan diri tidak ikut semua. Akhirnya pihak sekolah akan mengeveluasi lagi rencananya. Ini artinya sekolah membuat kebijakan tanpa ada data dan komunikasi dengan orang tua murid. Mereka akan mengubah keputusan ketika ada tekanan. Hampir sama ya.. semua lembaga di negeri antah berantah dari sekolah sampai lembaga lain. "Bebal".

Selain waktu yang mepet, orang tua keberatan kegiatan wisata di bulan Desember karena diperkirakan curah hujan masih tinggi. Kegiatan wisata dengan curah hujan tinggi tentu lebih beresiko ketimbang wisata di musim panas atau cerah.

Sikap bebal sepertinya sudah menjadi karakter. Bagaimana mereka mendidik anak-anak sementara punya karakter seperti itu...

Sort:  

om, boleh minta kontak ada yang mau saya tanyakan.
atau boleh kontaks aya di discord. ekavieka#3204
terima kasih

Memberatkan, aku jadi punya pikiran anak kita bisnis mereka