Membuat Jam Dinding dengan Bahan-Bahan Sisa

in #art6 years ago

Saat pindah-pindah kontrakan, jam dinding yang kupakai sejak menikah pecah kacanya. Walau sudah kutambal dengan isolasi, ia tak layak pajang lagi. Aku mengistirahatkannya. Hanya mesinnya yang kuambil, lantas aku berinisiatif membuatkan jam dinding baru dari sisa-sisa kayu dikontrakan baruku. Pada postingan ini aku ingin berbagi pengalaman membuatkan jam dinding tersebut yang telah kuselesaikan beberapa waktu yang lalu.


image


Pertama-tama aku memotong sisa akar jati yang agak kecil-kecil. Tebalnya sekitar 2 cm. Kemudian aku merapikannya dengan mesin gerinda dan amplas. Potongan-potongan akar kati ini tak perlu banyak. Hanya untuk mengisi ruang kosong pada jam dinding diluar lingkaran putaran mesin jamnya. Ukuran jam dinding yang kubuat hanya 50x20cm.

Selanjutnya, aku memotong trilpek 5mm seukuran 50x20cm yang nantinya sebagai alas merekatkan potongan-potongan kayu tersebut. Pada triplek tersebut aku membuatkan lingkaran seukuran jam dinding yang telah rusak sebelumnya yang akan berfungsi sebagai pola dan ukuran lingkaran angka-angka jam tersebut.


image


image


Untuk bingkai atas dan bawah pada jam, aku menggunakan kayu pallet bekas paket barang bangunan yang kudapatkan dari toko bangunan dekat rumah. Kayu pallet tersebut aku potong sepanjang 50cm sebanyak 2 buah.

Kayu palet tersebut kemudian kuletakkan pada triplek yang telah kubuatkan pola lingkaran tadi. Bahagian kayu pallet yang mengenai lingkaran aku potong kembali sehingga tidak menitupi lingkaran dan mengganggu putaran mesin jam. Untuk memotong pallet tersebut aku menggunakan mesin jigsaw.


image


image


Setelah semuanya siap, aku menghaluskan permukaan kayu pallet dan triplek dengan kertas amplas. Selanjutnya, aku merekatkan bingkai (kayu pallet) dan potongan-potongan akar jati tersebut pada triplek dengan menggunakan lem kayu. Proses merekatkan ini harus menunggu sekitar 4-5 jam agar benar-benar merekat sempurna.

Pada bagian tengah lingkaran tersebut, aku buatkan lubang dengan bor untuk menempatkan jarum jam. Sebagai penanda angka jam, aku menggunakan koin-koin.


image


image


image


Setelah semua selesai, maka tahapan selanjutnya adalah finishing. Proses pewarnaan akhir ini aku tetap menggunakan vernish. Aku lebih suka melihat tampilan asli kayu dengan efek glossy tersebut. Akhirnya, jadi lah jam inding yang semua bahan-bahannya menggunakan bahan-bahan bekas. Mulai dari mesin jam bekas, kayu pallet bekas hingga triplek sisa membuatkan rak dapur. Jam tersebut kini menempel dirumah krontrakanku. Menggantikan posisi jam dinding lama, namun dengan menggunakan mesin yang sama. Hanya "ganti baju" saja.

Saleum

Hafidh Polem

Sort:  

wah jam dindingnya sangat bagus bg, padahal dari barang yg bukan apapa, tapi sudah menjadi jam yang luar biasa , nampak kelihatan mewah jamnya.

Terimakasih atas apresiasinya @bigbos99. Salam kenal

samasama, salam kenal kembali
jangan lupa berkunjung kawan

Dan hasilnya sungguh menakjubkan. Klasik tapi elegan

Salam kenal bang @harock

Terimakasih @dwiitavita.
Salam kenal kembali.

Sep brat jeut keuh ka, lam urusan meu utoh. Memang luar biasa ketrampilan.

Hahahahahhaha...
Latihan... tetap manteng jeut keu kinet utoh 😂😂😂

Meusaneut bang

Teurimong geunaseh @bangrully