Petani | The Farmer

in #indonesia6 years ago

Petani_02.jpg

Bertani merupakan pekerjaan tradisi, sejak turun-temurun dari nenek moyang kita Nabi Adam As. Ia yang telah mengajarkan anak-cucunya bercocok tanam. Dari bertani manusia hidup di belahan dunia mana pun. Ia sumber kehidupan manusia. Maka, menjadi petani, sebenarnya, tak bisa dielakkan semua manusia. Tapi sejak manusia memasuki era modern dan kecanggihan teknologi yang serba mudah, orang-orang tak perlu lagi bertani untuk mendapatkan makanan. Dengan uang, semua orang bisa membeli hasil pertanian. Tak perlu lagi bersusah-payah untuk mendapatkannya. Orang-orang bisa berbelanja di toko modern seperti mall atau supermarket. Di situ tersedia hasil pertanian, seperti sayur, beras, dan sebagainya.

Namun, pekerjaan bertani tetap dilakukan manusia. Mereka yang tinggal di pedesaan atau pegunungan, tetap memilih bertani. Sebab hasil pekerjaan itu tetap menjanjikan bagi mereka. Meskipun mereka jatuh bangun dalam mempertahankan pekerjaan tersebut. Sebab untung dan rugi adalah dua hal yang mesti dialami para pekerja, karena di dalamnya ada modal. Bila apa yang mereka peroleh tidak lebih dari modal, berarti rugi. Karena selain modal uang, tidak sedikit butuh waktu dan tenaga. Dan begitu pula sebaliknya, bila pendapatan mereka melebihi modal, berarti mendapatkan keuntungan.

Petani_01.jpg

Untuk meminalisir kerugian petani, pemerintah punya tanggungjawab memberdayakan mereka, dengan berbagai cara. Salah satunya, melalui kementerian pertanian, pemerintah membina para petani baik itu pengetahuan maupun bantuan modal agar mereka bisa bertahan dan mampu mendongkrak ketahanan pangan Republik ini.

@kabut/Mahdi Idris

ENGLISH

Farming is a work of tradition, from generation to generation from our ancestors the Prophet Adam. He who has taught his children and grandchildren to grow crops. From farming, humans live in any part of the world. He is the source of human life. So, being a farmer, in fact, is inevitable for all humans. But since humans entered the modern era and the technological sophistication that is easy, people no longer need to farm to get food. With money, everyone can buy agricultural products. No need to bother to get it. People can shop in modern stores like malls or supermarkets. There are available agricultural products, such as vegetables, rice, and so on.

However, agricultural work is still done by humans. Those who live in the countryside or mountains, still choose to farm. Because the results of the work are still promising for them. Even though they fell up and down in keeping the job. Because profit and loss are two things that must be experienced by workers, because in them there is capital. If what they get is no more than capital, it means loss. Because in addition to capital money, not a little need time and energy. And vice versa, if their income exceeds capital, it means they get a profit.

To finalize farmers' losses, the government has the responsibility to empower them, in various ways. One of them, through the ministry of agriculture, the government fostered farmers both knowledge and capital assistance so that they could survive and be able to boost the Republic's food security.{}

@kabut/Mahdi Idris