Baitul Mal Aceh Jaya Akan Mambangun 45 Unit Rumah Layak Huni Untuk Dhu'afa

in #indonesia6 years ago

Pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya melalui Baitul Mal Aceh Jaya akan membangun 45 Unit rumah layak huni untuk kaum dhu'afa. Rumah bantuan itu akan dibangun dengan dana infaq yang terkumpul di Baitul Mal pada tahun 2017. Semua calon penerima sudah diverifikasi dan mereka dinyatakan layak mendapatkan bantuan rumah layak huni tersebut.

Saya baru saja pulang dari rumah salah satu calon penerima rumah bantuan Baitul Mal. Kondisi rumah yang ditempati oleh seorang janda, rumah panggung berkonstruksi kayu yang hanya memiliki dua kamar kecil. Taksiran saya hanya berukuran 5 x 5 m² ditambah dapur 2 x 3m². Rumah sekecil ini dihuni oleh seorang janda dan dua KK lainnya yang tidak lain adalah dua anaknya beserta menantu dan cucu-cucunya.

Kondisi rumah yang ada saat ini jauh dari kata layak. Papan-papanya sudah sangat lapuk. Cukup dengan satu jari ditusukkan akan tembus. Hampir seluruh dinding yangbterbuat dari papan itu sudah dimakan rayap. Begitu pula dengan lantainya. Semua sudah tidak layak pakai. Tapi mereka tetap bertahan dalam kondisi itu karena himpitan ekonomi.

Ibu yang berstatus janda cerai itu sehari-hari berprofesi sebagai tukang pijat, bila ada warga di desanya yang terkilir atau sekedar kurang enak badan. Meraka datang ke rumah ibu ini untuk di pijat. Bisa juga dipanggil kerumah warga bila kondisi pasien tidak memungkinkan untuk datang ke kediamannya. Selain itu ibu ini juga biasa meracik beberapa jenis obat alternatif untuk beberapa jenis penyakit.

Ketika saya tiba di rumahnya. Kebetulan ibu ini sedang mengantar obat untuk salah satu warga yang sedang sakit. Lalu saya minta tolong pada anaknya untuk dapat menjemput ibunya. Anaknya bergegas menyusul ibunya kerumah warga yang sedang sakit. Tidak perlu menunggu lama sang ibu sudah kembali bersama anaknya.

Beliau masuk dari pintu dapur yang berlantaikan tanah. Lalu saya dan juga seorang teman yang saya ajak untuk menemani menyalaminya. Saya memulai pembicaraan. Mak, begitu saya memanggilnya sebagai bentuk penghormatan saya padanya. Saya utusan Baitul Mal. Mak mendapatkan rezeki bantuan sebuah rumah dari Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya melalui Baitul Mal.

Matanya berkaca-kaca. Saya melihatnya terharu, tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya. Saya masih menaptap wajahnya yang teduh itu. Dengan matanya yang masih sembab. Lirih keluar sebuah ungkapan syukur dari mulutnya, Alhamdulillah. Saya mengikuti kata yang baru saja diucapkannya. Dan saya mengatakan ini sudah ketentuan dari Allah SWT. Ini rezeki Mak.

Lalu saya menanyakan dimana lokasi rumah ini dibangun. Ibu ini mengajak saya untuk menunjukkan lokasi yang ada disamping rumah yang ditempatinya saat ini. Di sana ada sebuah pondasi yang sudah dibangun sebuah pondasi. Pondasi itu sudah telantar selama 15 tahun. Yang dibangun oleh suami yang telah meninggalkannya. Dia mintaboada saya untuk melanjutkan pembangunan di atas pondasi yang sudah ada. Saya katakan pada ibu ini, kita lihat dulu bagaimana yang mungkin nanti.

Saya menutup pembicaraan. Sebelum pamit. Mak kami di Baitul Mal tidak memungut biaya sepeser pun dari penerima rumah bantuan. Bila ada oknum tertentu yang datang mengatasnamakan Baitul Mal dan meminta sejumlah uang. Itu jangan dipercaya dan jangan sekali-kali diberikan. Karena itu merupakan penipuan.

Saya mengalami ibu itu untuk pamit. Begitu juga dengan teman saya. Lalu kami meninggalkan rumah itu dan akan kembali lagi dengan membawa material beserta tukang yang akan membangun rumah ibu ini.

Sort:  

Semoga berkah bagi semua yag terlibat. Amin. Terimakasih telah berbagi, bang @seumalu.

Amin, semoga kita semua selalu mendapatkan keberkahan