Dunia Mengenal Pantun Melayu Sebagai Pantoum

in #poetry5 years ago (edited)

featured-image.png



Sastra dunia mengenal pantun berkait asal melayu sebagai pantoum, serangkaian kwatrin (stanza 4 baris) yang saling berkait. Pola rimanya adalah abab.

Biasanya sedikitnya terdapat empat stanza dalam satu pantoum. Baris kedua dan keempat dari stanza 1 menjadi baris kesatu dan ketiga pada stanza 2, baris kedua dan keempat stanza 2 menjadi baris pertama dan ketiga stanza 3, dan seterusnya. Baris kedua dan keempat stanza terakhir merupakan baris pertama dan ketiga stanza 1.

[Stanza 1]
A
B
C
D

[Stanza 2]
B
E
D
F

[Stanza 3]
E
G
F
H

[Stanza 4]
G
I (atau A atau C)
H
J (atau C atau A)

Jika pada baris kedua dan keempat stanza terakhir bukan dari stanza pertama, maka disebut imperfect pantoum (pantun tak sempurna).

Di bawah adalah pantoum yang dibuat penulis sebagai contoh, terdiri dari 7 stanza.

KALAH USIA



berjalan jauh melemah tungkai
     duduk terkapar menggantung lengan
tampangku lusuh macam keledai
     usia tua rambut beruban

duduk terkapar menggantung lengan
     perut membusung gelambir lemak
usia tua rambut beruban
     nafas tersengal batuk berdahak

perut membusung gelambir lemak
     pandangan sayu matapun rabun
nafas tersengal batuk berdahak
     banyak begadang bertahun-tahun

pandangan sayu matapun rabun
     sang dewi lalu takkan tersilap
banyak begadang bertahun-tahun
     lihat yang ayu masihlah kalap

sang dewi lalu takkan tersilap
     ternyata sudah ada yang punya
lihat yang ayu masihlah kalap
     salah duga pria dandan wanita

ternyata sudah ada yang punya
     tersilap mata jauh melangkah
salah duga pria dandan wanita
     aku tertipu gincu nan merah

tersilap mata jauh melangkah
     berjalan jauh melemah tungkai
aku tertipu gincu nan merah
     tampangku lusuh macam keledai



Bandung, 3 Desember 2015

Image source

Sort:  

Kalau bentuk gurindam ? lupa Bu...