Yopi Gumara : Gamer asal Abdya yang Meretas Mimpi sebagai Atlet Esport Indonesia

in #steempress4 years ago

Saat Esport (olahraga elektronik) menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingan di event event resmi internasional seperti Sea Games 2019 di Philipina. Peminat Game online tumbuh pesat.

Fatwa MPU Aceh terkait haramnya PUBG telah membuat Esport di Aceh kehilangan gairahnya namun tidak di level Nasional, MUI mengeluarkankan fatwa boleh selama tidak merusak moral. (www.suara.com, 24/6/2019) )

Dalam menekan sisi negatif dari efek kecanduan Gamer bagi remaja Indonesia khususnya Aceh harus disikapi serius.

Secara nasional upaya positif untuk mengembangkan esport dibuktikan dengan berdirinya organisasi Indonesia Esport Association (IESPA) tahun 2014 disusul oleh Asosiasi Olahraga Video Game Indonesia (AVGI).

Di awal Januari 2020, Kementerian Pemuda dan Olahraga meresmikan berdirinya Pengurus Besar (PB) Esport dengan ketua umum Jenderal Pol (Purnawirawan) Budi Gunawan. (Indosport.com, 22/1/2020)

Bicara tentang atlet, beberapa player potensial dari daerah menjadi sulit dalam proses perekrutannya karena mereka tidak terdeteksi jika tidak aktiv mengikuti event event lokal Games Online.

Dari Negeri Sigupai, munculnya Yopi Gumara yang aktif bermain dengan nick name : Rebess ternyata menjadi perbincangan di kalangan Gamer Aceh.

Kemampuan bermain gamenya di asah dari sejak SD, Point Blank, game FPS besutan Game School menjadi favoritnya.

Ketertarikannya pada game online, telah membuat akun Rebess, dan konsisten dengan nick name tersebut ada diberbagai game yang di jajakinya mulai dari Dragon Nest, Clash of Clans, Get Rich, Vain Glory, Mobile Legend, Free Fire PUBG dan terakhir fokus di Chess Rush.

Sebagai Player Chess Rush, salah satu game dari publisher Tencent Games , Yopi meraih prestasi terbaik dengan menempati top 5 leaderboard rank region Indonesia.


Tawaran bermain di divisi Auto Battler Tim Rex Regum Qeon (RRQ) telah membuat Rebesss di segani oleh beberapa anggota tim Esport Indonesia.

Sebagai player berbakat asal Aceh Barat Daya, maka sudah sewajarnya Esport Aceh (jika berkenan) melirik Yopi Gumara sebagai atletnya.

Pemuda kelahiran Blangpidie, 26 Juli 1998, sempat berstatus mahasiswa sampai semester 3 Teknik Elektro Unsyiah, namun terpaksa meninggalkan bangku kuliah karena keterbatasan ekonomi.

Upayanya untuk menghasilkan pendapatan sebagai Youtuber atau Nimo TV mengalami hambatan di penyediaan perangkat (device), butuh dukungan dari pihak yang peduli terhadap tumbuh kembang Esport di Aceh.

Dalam wawancara singkat dengannya, Anak bungsu dari 2 bersaudara yang saat ini berdomisili di Geulumpang Payong, Blangpidie, Aceh Barat Daya mempunyai mimpi besa menjadi player Esport Indonesia.

Selamat berjuang Rebesss. Semoga tetap konsisten meretas mimpi menjadi Player Esport Indonesia.

Salam Esport

Referensi :