Gaib

in #story5 years ago

Poem-Invisible-Joel-Benjamin-Ntwatwa.jpg



Aku tak tahu persis kapan ini bermula.

Aku hanya tahu bahwa suatu hari tak ada panggilan lagi masuk ke gawaiku, tak ada pesan atau surel atau komentar di medsos, tidak ada yang peduli atau mencariku.

Lucu. Bagaimana mungkin seseorang bisa menghilang begitu saja? Mereka bahkan tak ingat aku lagi. Aku berkeliling di dalam rumah, dan semua fotoku di dinding telah raib, seolah-olah aku tidak pernah lahir.

Aku tak tahu bagaimana hal ini terjadi. Aku tak menyangka Mama Lenora akan menjadi orang terakhir yang pernah melihatku secara nyata. Tetangga sebelah rumah yang dicurigai sebagai seorang penyihir itu yang terakhir menatapku. Aku menatap tajam tepat ke bola matanya yang berputar liar, namun tidak menunjukkan emosi apapun ketika kukatakan aku berharap menjadi manusia yang tak tampak. Invisible man.

Abangku terlalu penakut untuk mengeluarkan suara, namun aku memang anak pemberani yang tak pernah berpikir. Sekarang abangku bahkan tak sadar kalau dia sebenarnya punya adik, dan aku tak tahu apakah ada cara untuk memberitahunya bahwa aku pernah ada.

Bahkan cermin tak mampu menampilkan pantulan bayanganku.

Aku mengingat dengan baik ketika orang tahu aku ada. Aku ingat ketika aku merayakan pesta ulang tahun. Aku masih ingat rasa ayam goreng dan es krim vanila. Dua makanan kesukaanku. Aku ingat setiap kalimat yang pernah kudengar dengan jelas seolah-olah baru saja aku mendengarnya. Aku tidak begitu peduli dengan apa yang pernah kuucapkan, tapi apa yang pernah orang lain katakan padaku tetap tinggal tertanam dalam pikiranku bagai tato hati di lengan pelacur.

Kini, tak seorangpun bisa melihatku.

Aku kira siapapun mungkin saja menjadi terbiasa tak terlihat. Kamu akan terbiasa dengan kebisingan kehidupan di sekitarmu yang tak peduli terhadap apapun yang kamu lakukan. Kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau: makan burger dari waralaba tanpa harus membayar, menjilat es krim langsung dari panci di gerainya, atau kentut sekeras-kerasnya di dalam bioskop yang sedang memutar film drama penguras air mata. Tadi malam aku tidur satu ranjang dengan penyanyi dangdut paling seksi.

Masalahnya, tak seorangpun bisa melihat dan merasakan hadirku.

Kamu tidak pernah benar-benar tahu apa yang kamu punya sampai ia hilang. Tak ada orang lain sepertiku di dunia ini. Tapi jika pun ada, aku rasa tidak akan ada yang tahu tentang mereka. Kita semua sudah lupa bagaimana kita hadir ke dunia, seperti apa bunyi suara yang keluar dari hati nurani kita, apa yang sebenarnya ingin kita lakukan dengan hidup kita. Begitu banyak yang kita lupakan sampai akhirnya kita lupa bahwa kita ada.

Hanya kehidupan orang-orang di sekitar kita yang berinteraksi dengan kita, menjadikan kita sebagai teman, yang membuat kita tak menjadi gaib.

Aku ingin tahu, apakah orang-orang masih berinteraksi satu sama lain?


TAMAT

Image source