Kilas Balik Sejarah 25 November

in #story3 years ago

de2c3c7d-386e-4f33-8c1b-987931db1a61_169.jpeg


Source

24 November diperingati sebagai hari Internasional penghapusan kekerasan terhadap perempuan.

Hari Internasional penghapusan kekerasan terhadap perempuan, setiap tanggal 25 November, seluruh dunia memperingatinya.

Pada tahun 1999, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi peringatan ini untuk memerangi kekerasan terhadap perempuan.

Berdasarkan data PBB, 35% perempuan di dunia mengalami kekerasan fisik, serta seksual.

Tujuh ratus juta perempuan menikah di usia dini, tiga puluh juta perempuan dibawah usia 15 tahun, resiko mengalami praktek sunat perempuan.

Untuk menghapuskan kekerasan terhadap perempuan, setiap tahunnya diadakan kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan, yang dilakukan 25 November, hingga 10 Desember.

Banyak sekali kejadian-kejadian yang menimpa perempuan ini, sampai akhirnya menyebabkan kehilangan nyawanya. Dan ini perlu dilakukan pengawasan yang baik ya dari pihak Pemerintah, dari masyarakat juga mengenai perlindungan terhadap perempuan dan juga anak.

Computed Axial Tomography Scan, Resmi Dipatenkan

CT Scan.jpg<hrSource

Hari ini ada yang sangat spesial. Jadi, 45 tahun yang lalu, ada sebuah penemuan mutakhir dalam dunia kesehatan. Untuk mendapatkan hak patennya, nah ini apakah yang disebut dengan penemuan yang akan saya bahas. Berikut informasinya.

25 November 1975, Computed Axial Tomography Scan, resmi dipatenkan.

Robert S Ledley, sang penemu Camputed Scan, menciptakan sebuah alat pemindai, dengan menggunakan sinar X untuk mendapatkan informasi detail organ tubuh manusia.

Alat ini memiliki sistem pencitraan tiga dimensi, yang mampu mendeteksi penyakit dalam tubuh manusia, mulai dari ukuran, maupun tingkat keparahannya.

Hasil analisa Computed Scan, berupa data yang tersambung di komputer, yang diyakini lebih akurat daripada ronsen biasa.

Atas jasanya menemukan alat populer, digunakan dalam dunia medis, sang penemu masuk dalam jajaran orang paling berpengaruh di dunia.

Saya sih setuju sekali bahwa katanya ada yang mengatakan begini "Manusia ini adalah budak dari teknologi."

Itu buktinya coba, dengan adanya penemuan-penemuan itu kita banyak dibantu kan, bisa ketemu ada penyakit-penyakit dalam tubuh kita.

Kalau misalkan kita analogikan dalam dunia nyata yang simpel saja. Tapi disini saya menemukan informasi kalau kita bisa membayangkan tubuh kita itu seperti roti. Roti tawar kan berpotong-potong kan? berlapis-lapis.

Jadi, fungsinya computed scan itu melihat otak. Otak kita itu akan dipecah berlapis-lapis. Jadi bisa kita lihat apa yang terjadi dalam disitu. Masuk akal juga sih setelah saya analogikan.

Karena kalau misalnya praktek itu yang praktek benerannya tanpa cap scan benar-benar dipotong-potong berlapis-lapis itu ada, tapi nggak ke orang itunya.

Saya pernah lihat. Jadi ada sebuah pameran ketika saya ber study dulu, disitu ada pameran, dimana pameran itu terdiri dari manusia-manisia yang memang sudah diawetkan. Tapi sudah dikuliti. Jadi kita bisa melihat otot-ototnya. Misalnya ada perbandingan antara paru-paru yang perokok, dan paru yang tidak perokok. Kemudian yang meninggal karena tumor, terus kemudian kita bisa melihat hitam-hitamnya dibagian tubuhnya. Dari disamping kita benar-benar bisa lihat setiap seksyennya.

Amazing.

Keren sekali ya teknologi ini bisa membantu memudahkan kita untuk mempelajari tentang hal seperti itu. Jadi kalau dulu kan, kalau kita pelajaran biologi kan, harus ke lab dulu. Kodok lah, tikus, lihat ini dan sebagainya. Sekarang nggak perlu lagi, kita bisa melihat langsung dari cap scan tadi ya 😃

By @midiagam