Peusijuk Sebelum Khitan Daerah Bakongan

IMG_20180104_161117.jpg
Tradisi adat peusijuk ini merupakan salah satu tradisi lama masyarakat Aceh. Menurut sejarahnya, Tradisi Peusijuek ini merupakan salah satu peninggalan kebudayaan Hindu. Kebudayaan Hindu di Aceh sendiri disebabkan karena hubungan antara Aceh dan India di masa lampau, sehingga secara tidak langsung budaya Hindu yang dibawanya mulai mempengaruhi kebudayaan masyarakat Aceh. Salah satunya adalah dengan adaya Tradisi Peusijuek ini. Kata “Peusijuek” sendiri diambil dari kata “sijue’”, yang dalam bahasa Aceh berarti “dingin”. Sehingga dapat juga diartikan mendinginkan atau menyejukan. Peusijuk dengan diselendangi kain putih, terdapat di daerah Bakongan biasanya di acara khitan (sunat rasul ) yang dilaksanakan sebelum proses pengkhitanan. IMG_20180104_161043.jpg
ini sifatnya seperti utang tersirat artinya pihak tuan rumah yang sudah mendapatkan perlengkapan pesuntiang ini dari tamu atau keluarga dekat. Dari pihak keluarga menyerahkan perlengkapan ke pada mudin. Tujuan dari di selendangi dengan kain putih di takwilkan dengan kebesaran, kemuliaan ,suci, agama, dan amanah seseorang .Sebelum di khitan linto di wajib kan mengucap dua kalimat syahadat,secara lisan, sambil membenarkan pernyataan tersebut di dalam hati serta mengamalkannya melalui perbuatan.IMG_20180104_161041.jpgIMG_20180104_161055.jpg
Setelah serangkaian acara diatas, barulah masuk pada pokok acara yaitu Khitan. Acara yang mendebarkan hati ini biasanya berlangsung setelah para undangan sudah pulang dan tinggallah sanak famili yang menunggu acara utama, biasanya proses khitan berlangsung sekitar sore hari. Waktunya akan ditentukan oleh mudin ( tukang khitan ) menurut ilmu alam yang dimilikinya.