Masjid Dalam Ekstrimisme Simbolisasi Dan Substansi

in #indonesia6 years ago (edited)

Image Source
Image Source

Masjid kita menghadapi dua jurang ekstrimisme. Jurang ekstrimisme yang pertama adalah Simbolisasi. Jurang ekstrimisme yang kedua adalah Substansi.

Simbolisasi yang digaungkan adalah tentang kesakralannya. Karena sakralnya maka tak boleh digunakan selain tempat sujud semata. Namanya juga masjid, tempat sujud, maka tak boleh digunakan merapikan barisan umat, mencerdaskan umat, muhasabah perjalanan umat atau merancang masa depan umat. Begitu ekstrimnya mereka atas dasar simbolisasi.

Substansi yang digaungkan adalah tentang kefungsiannya. Karena fungsinya membina nilai humanis, maka tak perlu lagi ke masjid bila telah menjadi sosok humanis. Toh, tanpa ke masjid, kita juga sudah humanis. Begitu ekstrimnya mereka atas dasar substansi.

Padahal pada masjid ada nilai ketaatan yang lebih dari sekadar simbolisasi dan substansi. Itulah nilai ketaatan dari pembacaan Al Quran seutuhnya. Itulah nilai ketaatan dari pembentukan pribadi Muslim sebenarnya.

Sort:  

Congratulations! This post has been upvoted from the communal account, @minnowsupport, by khairilafdhal from the Minnow Support Project. It's a witness project run by aggroed, ausbitbank, teamsteem, theprophet0, someguy123, neoxian, followbtcnews, and netuoso. The goal is to help Steemit grow by supporting Minnows. Please find us at the Peace, Abundance, and Liberty Network (PALnet) Discord Channel. It's a completely public and open space to all members of the Steemit community who voluntarily choose to be there.

If you would like to delegate to the Minnow Support Project you can do so by clicking on the following links: 50SP, 100SP, 250SP, 500SP, 1000SP, 5000SP.
Be sure to leave at least 50SP undelegated on your account.