Montesa, Jadi Tanaman Trend Di Masa Pandemi

in #photography3 years ago

IMG_20201122_181541.jpg


Tanaman monstera, salah satunya jenis "Janda bolong", selama Pandemi menggapai puncak popularitas. Banyak orang berburu monstera, hingga harganya melejit, puluhan, sampai ratusan juta Rupiah.

Apa sebenarnya penyebab monstera kini berharga selangit ?



IMG_20201122_181110.jpg

Pandemi Covid-19 mengubah segalanya, termasuk hoby masyarakat yang hanya bisa tinggal di rumah saja. Salah satu cara mengisi kebosanan di rumah saja adalah dengan mengoleksi dan merawat tanaman hias.



IMG_20201122_181754.jpg

Selain jadi kegiatan baru, keindahan tanaman hias ibarat obat, untuk menyembuhkan penyakit dan relaksasi jiwa. Warga pun mulai banyak yang mengoleksi tanaman hias.



IMG_20201122_181723.jpg

Saya jadi penasaran ini, katanya monstera ini ada harganya puluhan juta. Kita lihat dulu ya di online ?

Nah, ini... Ni....



IMG_20201122_181741.jpg

Tapi saya penasaran, ada gak ya orang yang awal belinya cuma 50 Ribu, atau 100 Ribu, dirawat, tapi kalau dijual lagi bisa sampai puluhan juta.

Ternyata permintaan yang tinggi membuat harga tanaman hias khususnya monstera ikutan melambung. Namun, apakah hal itu merupakan satu-satunya alasan sebagian tanaman menjadi super mahal harganya ?



IMG_20201122_181614.jpg

Kalau dibilang sengaja atau nggak, yang namanya tren kan, ya pasti ada kesengajaan menaikkan harga. Tapi itu diukur lagi tingkat kepuasan, apalagi sekarang eranya sangat terbuka. Berbeda dengan tren tahun 2007, pada saat itukan belum ada sosial media, dimana kita bisa posting tanaman kita. Sedangkan sekarang eranya sangat terbuka. Jadi, orang bisa posting setiap saat dia punya, dia publish.

Harga tanaman hias melambung tinggi juga ditentukan oleh keunikan bentuk dan warna daunnya.



IMG_20201122_181134.jpg

Good People, tren tanaman hias monstera juga membawa tanaman lain, khususnya tanaman hutan yang sebelumnya tidak populer.



IMG_20201122_181146.jpg

Nah, permintaan yang tinggi, penjual berlomba-lomba mencari tanaman hias di hutan, dan menjualnya.

Menurut Wisnu Handoyo, sebagai penelitian konservasi tumbuhan kebun raya, kondisi ini bisa membuat tanaman di hutan lama-lama bisa jadi langka, apabila tidak ada regulasi yang jelas, untuk membatasi jumlah tanaman yang bisa dijual.

Oleh sebab itu good People, jika ingin mengadopsi tanaman hias, pastikan tanaman itu bukan tanaman langka yang bahkan hampir punah. Kita pun harus bertanggung jawab untuk benar-benar merawatnya dengan baik.



IMG_20201122_181631.jpg

Bagi pendatang baru, mulailah membeli tanaman hias dari harga yang masih ramah di kantong. Jangan sampai kita membeli tanaman yang terlalu mahal, tapi malah tidak tau cara merawatnya 😄

Sampai jumpa lagi.

By @midiagam